Ini kisahku. Ini nyata. Aku tidak begitu ingat kapan waktu pertama kali aku bertemu dengannya. Pertemuan yang aneh di dunia maya. Siang itu seperti biasanya, ketika aku tidak ada kuliah, aku menghabiskan waktuku di kampus untuk online. Aku langsung membuka facebookku sambil mencari gambar dan materi skripsi lewat google. Saat menggunakan facebook, tiba-tiba muncul sebuah pesan. Aku buka, sebuah pesan dari seseorang yang tidak aku kenal. Facebooknya tidak ada foto profilnya. Dia menyapaku. Awalnya aku ragu jawab atau tidak. Jujur, aku tidak begitu suka berkenalan dengan orang lewat dunia maya. Tapi entah apa yang membuatku tergerak untuk menjawabnya. Kemudian kami berkenalan. Sebut saja dia K. aku mengira K adalah kenalanku di ekskul yang pernah aku ikuti waktu SMA. Ternyta bukan. K mengaku masih SMA kelas 2. Aku terkejut waktu mendengarnya. Oh ternyata brondong. Tapi itu tidak membuatku berhenti. Aku makin penasaran. K berasal dari Surabaya. Namanya juga unik. Baru kali ini aku mendengar ada orang Indonesia dengan nama seperti itu. Namanya mirip nama orang jepang, sampai-sampai aku mengira dia orang jepang. Perkenalan itu pun terus berlanjut, aku akhirnya mengadd facebooknya.
Hampir tiap hari kami berkomunikasi lewat pesan di inbox facebook. Kadang K mengomentari status yang aku buat. Aku banyak bertanya pada K tentang hidupnya. Aku ingin mengenalnya. K pun selalu bercerita tentang apa yang terjadi padanya. Ya tidak secara keseluruhan, hanya hal-hal yang membuat dia kesal atau senang. Aku memanggil K dengan panggilan “ dek “, dia memanggilku kakak. Aku juga memberinya jululkan “ Mr.Irit “ karena dia sangat irit sekali kalo ngobrol. Lama kelamaan akhirnya K tidak irit lagi. Dia mulai banyak bicara. Ternyata kritik atau sindiranku mempan.hehe…
K adalah tipe anak yang kesepian, kurang mendapat perhatian dari orang tuanya. Aku jadi semakin penasaran dengnnya. Entah mengapa aku ingin membantunya, menjadi teman yang menemaninya. Setiap kali dia kesepian aku ingin ada untuknya. Karena aku tahu kesepian itu sangat tidak enak. Setiap kali K merasa kesepian dia akan melampiaskannya dengan berkencan. Tapi hubungan kencan itu hanya bertahan tiga hari, setelah itu dia akan mencari teman kencan lain. Dia hanya main-main. Aku Cuma bias menasehatinya agar tidak melakukan itu. Beberapa minggu mengenalnya, K mulai merayuku. Mengirimiku kata-kata manis. Aku sih suka-suka saja. Dia lucu. Selalu membuat tertawa. Lalu pada suatu saat, tiba-tiba K menyatakan perasaannya kalo suka padaku. Aku Cuma tersenyum tak memberikan jawaban apa pun. Aku pikir dia hanya bercanda. Lagi pula aku tahu dia suka gonta-ganti teman kencan. Jadi aku lebih memili untuk tidak menjawab. Waktu aku tanya kenapa suka padaku, K menjawab “suka ya suka”. Aku masih bingung. Jujur aku masih sulit percaya dengan laki-laki.
K tidak menyerah. Dia terus berusaha untuk mendapatkan jawaban dariku. Berusaha menaklukkan ku. K terus mengirimi ku pesan rayuan entah melalui inbox atau menulisnya di dinding FB ku. Sampai suatu ketika aku melihat komen dia di salah satu status temannya. Sebut saja L. L menulis siapa yang mau menjadi pacarnya dan K menjawab dia mau. Akhirnya mereka jadian.